Wajib Diketahui Mahasiswa, Cara Hindari Plagiarisme untuk Penulisan Karya Ilmiah
Plagiarisme merupakan pelanggaran yang sangat dilarang di semua bidang, termasuk dalam penulisan karya ilmiah seperti skripsi dan tesis,
Penasihathukum.com - Di manapun, baik dalam kehidupan sehari-hari hingga perguruan tinggi, tindakan plagiarisme adalah hal yang sangat dilarang, apalagi jika dilakukan oleh mahasiswa, terlebih saat menulis karya ilmiah seperti skripsi dan tesis. Lalu bagaimana cara menghindari plagiarisme untuk penulisan karya ilmiah?
Sebelum membahas tentang cara menghindari plagiarisme untuk penulisan ilmiah, perlu dipahami jika plagiarisme adalah aksi menjiplak karya orang lain dan termasuk dalam pelanggaran. Pelaku dapat dikenakan sanksi yang tegas, mulai dari rusaknya reputasi, dicabutnya gelar, hingga sanksi pidana.
Pelanggaran plagiarisme yaitu copy paste atau salin dan tempel, baik sebagian, maupun keseluruhan ide dari karya orang lain, dan menjadikannya seolah-olah milik pribadi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara menghindari plagiarisme untuk penulisan karya ilmiah.
Di perguruan tinggi, biasanya terdapat toleransi untuk plagiarisme dengan menetapkan batasan-batasan tertentu. Apabila ditemukan plagiarisme melampaui persentase batas maksimal, maka tidak akan diakui, dan dianggap melanggar hak cipta, dan diharuskan revisi.
Cara Menghindari Plagiarisme
Berikut ini beberapa cara untuk menghindari plagiarisme untuk penulisan karya ilmiah yang bisa diterapkan.
1. Pakai Sumber Terpercaya
Sumber yang terpercaya selalu mencantumkan referensi, sehingga penulis karya ilmiah bisa langsung merujuk pada sumber asli, baik berupa jurnal, buku, website, dan lain-lain.
2. Parafrase dan Sitasi
Parafrase adalah cara terampuh untuk menghindari plagiarisme. Teknik ini adalah teknik menulis dengan cara mengubah kalimat asli dengan gaya penulisan sendiri. Kendati demikian, mencantumkan sumber asli masih harus dilakukan karena proses parafrase masih tetap merujuk ke karya orang lain.
3. Buat Kalimat Jadi Lebih Detail
Cara selanjutnya adalah dengan membuat kalimat menjadi lebih detail dengan cara menguraikannya. Selain menghindari plagiarisme, cara ini juga akan menjadikan tulisan lebih lengkap dan mudah dipahami.
4. Cantumkan Sumber
Mencantumkan sumber asli adalah hal yang penting. Hal ini juga menandakan pengakuan dan penghormatan kepada penulis asli dari sumber yang telah digunakan.
5. Interpretasi
Menghindari plagiarisme dapat dilakukan dengan interpretasi yaitu menambahkan opini sendiri dalam tulisan, tetapi tetap merujuk pada sumber yang dipakai. Dengan interpretasi, penulis menjelaskan melalui sudut pandang dan wawasan penulis itu sendiri.
6. Gunakan Aplikasi Anti Plagiarisme
Ada banyak aplikasi dan website untuk mengecek plagiarisme yang akan menunjukkan seberapa banyak persentase plagiarisme dalam suatu karya ilmiah. Contoh aplikasi yang biasanya digunakan untuk mengecek plagiarisme adalah Turnitin, Grammarly, Copyscape, dan lain-lain.
Apabila persentase plagiarisme dalam suatu karya ilmiah sangat tinggi atau melebihi ambang batas yang ditentukan oleh setiap universitas, maka wajib untuk menurunkan persentase tersebut.